siak

PEKANBARU-SIAK CITY TOUR

Jam Agenda
05.30 - 06.15 Breakfast di Hotel masing-masing
06.15 - 06.30 Penjemputan dan mulai naik bus
06.30 - 09.00 Perjalanan menuju ke Siak
09.00 - 10.30 Mengunjungi Balai Kerapatan Tinggi, Taman Kota, Makam Sultan Syarif Kasim II,
Free time di Pecinan, Klentheng, dan Tepian Bandar Sungai Siak
(opsional: wisata perahu)
10.30 - 11.30 Istana Siak
11.30 - 14.30 Perjalanan kembali ke Pekanbaru. Shalat dhuhur di perjalanan,
makan siang disediakan dalam lunch box
14.30 - 15.30 Sampai Pekanbaru, belanja di Pasar Bawah
15.30 - 18.00 City tour Pekanbaru. Rumah tuan Kadi (bawah jembatan siak), Rumah tenun,
Masjid Raya An-Nur, tempat oleh-oleh.
18:00 Tour selesai

HARGA

Min 4 Peserta (Innova Reborn) 10 - 19 Peserta (Hiace/Elf) 20 - 29 Peserta (Bus Medium) 30 - 48 Peserta (Bus Medium/Big Bus)
Rp 497,000/pax Rp 347,500/pax Rp 255,000/pax Rp 189,000/pax

Harga termasuk:

  1. Transportasi sesuai pilihan. Termasuk driver, bahan bakar, parkir.
  2. Lunch box
  3. Tiket masuk objek wisata Istana Siak
  4. Tour Guide professional, Tour leader
  5. Air Mineral

Harga tidak termasuk:

  1. Wisata perahu (opsional)
  2. Biaya keperluan pribadi, tipping guide (tidak wajib)

Sekilas Pandang Kebudayaan Melayu

Kebudayaan Melayu adalah Kebudayaan asli Propinsi Riau yang berawal dari sebuah kerajaan bernama Siak (posisinya di Kabupaten Siak saat ini). Sebagai informasi, budaya dan bahasa melayu sangat mirip dengan Malaysia yang kita kenal saat ini karena memang kerajaan ini didirikan oleh Raja Kecil, Putra Sultan Mahmud Syah (Raja Kerajaan Johor) yang mengasingkan diri ke Pagaruyung (Sumatra Barat) karena perebutan kekuasaan. Karena itu juga, meskipun berkebudayaan melayu, Kerajaan Siak (dan Riau saat ini) sangat dekat dengan kebudayaan Minangkabau di Sumatra Barat. Kerajaan Siak berkembang besar karena perdagangan yang kuat di selat Malaka dan tertolong adanya Sungai Siak yang merupakan jalur pelayaran besar. Pasang surut kerajaan Siak tidak terelakkan karena persaingan dagang di Selat Malaka dan pecahnya bagian-bagian kerajaan ketika ekspansi kolonial Belanda ke daerah ini. Akhir Kerajaan Siak adalah dimana Sultan Syarif Kasim II (SSK II) memilih bergabungnya ke Pemerintah Republik Indonesia. SSK II juga bersedia mengorbankan seluruh hartanya secara Cuma-Cuma kepada Pemerintah (ukuran sekarang sekitar 1-2 trilyun Rupiah)

Keterangan Beberapa Objek yang Akan Ditemui

Istana Siak

Istana siak adalah tempat kediaman resmi bagi sultan siak yang pembangunannya rampung pada tahun 1893. Di istana ini, kita dapat melihat beragam koleksi benda-benda kerajaan, mulai dari kursi singgasana berlapis emas, payung kerajaan,dsb. Sementara pada halaman istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar ke berbagai sisi-sisi halaman istana. Kemudian di sebelah kiri belakang istana terdapat bangunan kecil yang dahulunya digunakan sebagai penjara sementara.

istana siak rubi - west insdv 2019

Balai Kerapatan Tinggi (Siak)

Dibangun sekitar tahun 1888. Bangunan ini digunakan sebagai tempat musyawarah Sultan bersama pembesar kerajaan dan juga sebagai tempat persidangan. Tersangka yang akan disidang naik ke ruang persidangan di lantai 2 melalui tangga utama. Ada dua buah tangga yang terletak di sisi kanan dan kiri. Satunya tangga yang terbuat dari kayu dan satu lagi tangga dari besi. Jika putusannya tidak bersalah, maka tersangka turun dari tangga besi. Sebaliknya, jika bersalah maka tersangka turun dari tangga kayu dan langsung menuju penjara

Balai Kerapatan Tinggi rubi - west insdv 2019

Rumah Singgah Tuan Kadi (Pekanbaru)

Rumah ini terletak persis di tepi Sungai Siak (di bawah jembatan Siak) . Dulunya ini adalah Rumah milik Tuan Kadi (Hakim kota) dan menjadi rumah singgah bagi Sultan SSK II apabila berkunjung ke Senapelan (Pekanbaru). Di tempat inilah Sultan Siak beserta pengiringnya beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

rumah singgah tuan kadi rubi - west insdv 2019